Contents

Just curious, melihat performa Google index secara historical di tahun 2021 ini. Bisa jadi paparan berikut adalah jawaban atas ketidakstabilan traffic mulai pertengahan tahun ini.

google index 2021

Jadi memang pada awal tahun 2021 ini terlihat masih stabil, dimana estimate total Google Index Global masih dikisaran 55-60 billion webpages, atau turun-turunnya mentok di avg. 10 bilion webpages aja.

google index 2016 - 2021

Ketika memasuki awal Q2, terlihat mulai fluktiatif dan bisa dikatakan naik-turun secara extream. Titik tertinggi bisa diatas 65+ billion dan terendah sampai pada kisaran 10 billion saja. Tahun ini memang terjadi penurunan Google index terbesar dalam 5 tahun terahir yaitu sebesar – 50an bilion!

Apa artinya fenomena tersebut?

Kelihat sekali kalau Google banyak melakukan update terkait dengan algoritmanya (core update) dan impact-nya adalah de-index halaman pencarian dalam jumlah sangat massive.

Mungkin website Anda juga salah satu yang terkena dampaknya. Namun jangan berkecil hati, jutaan website dan blog diluar sana juga terkena. Semua kena tanpa terkecuali, termasuk website unicorn atau ecommerce di Indonesia.

Kriteria Website atau halaman yang Terkena Dampak

Sebenarnya kalau saya ditanya, website atau halaman yang bagaimana yang paling banyak kena dampak, maka jawaban saya adalah “kembali ke konsep awal” dari konsep algoritma.

Algorima diciptakan bertujuan agar memberikan hasil pencarian yang “relevan” dengan apa yang user ketikan di kolom pencarian. Jadi disini peran dari algoritma yang palign basic adalah menyaring konten-konten yang kurang relevan.

Lantas bagaimana cara Google untuk melakukan penyaringan konten-konten tersebut? Jawabannya adalah “we never know“. Secara detail itu menjadi rahasia dapur mereka, namun mereka sebenarnya juga sudah memberikan kita semacam guideline yang bisa didownload dan dipelajari dalam dokumen: “Google Quality Guideline“. Dan selebihnya kita harus mempelajarinya sendiri.

Lantas dari fenomena banyaknya page yang de-index tersebut, dari pengamatan saya pribadi terdapat beberapa skenario halaman atau website yang paling banyak terkena dampak:

Auto Generated Content, Mass Generated Content atau Semacamnya

Karakterisitiknya memang sudah terlihat spam dari awal dibuat. Yakni mentarget keywords dengan volume dan difficulty rendah dalam jumlah besar. Lebih sering adalah konten-konten dengan model image atau wallpaper. Model website semacam ini paling sering rentan kena de-index.

Sebenarnya pemain dari AGC itu sangat masive, baik di dalam maupun diluar negeri. Setiap harinya bisa memproduksi puluhan ribu bahkan jutaan konten dengan template tertentu.

Meskipun dalam prakteknya terkadang masih dijumpai website AGC yang dapat bertahan dan bisa dapat traffic yang fantastis. Namun biasanya mereka mentarget topik-topik tertentu yang biasanya topik atau keywords yang jarang jadi target algoritma. Untuk topik tersebut saya tidak bahas di artikel ini ūüôā

Duplikasi Product Page di Marketplace

Untuk maintain halaman produk di sebuah marketplace dengan puluhan hingga ratusan ribu seller tentunya akan menjadi hal yang sangat menantang. Biasanya yang perlu menjadi perhatian adalah ketika sebuah produk di jual oleh banyak seller yang berbeda.

Sebagai contoh, kita coba ketikkan di kolom pencarian “sendok garpu stainless” pada beberapa top marketplace, dan hasilnya:

  • Hijau: 1 page ada 80 product, total ada 1590 = total ada 127.200 pages
  • Orange: 1 page 60 produk, total ada 100 page = total ada 6.000 pages

Lalu kita coba cek di Google dengan mengetikan keywords tersebut dan hasilnya hanya muncul 2 halaman saja dari masing-masing web tersebut diatas.

Itu baru 1 keywords, belum keyword yang lain. Untuk case product page ini bisa jadi salah satu yang paling dominan.

Domain Expired

Apabila kita melihat pertumbuhan domain setiap tahun terlihat terdapat peningkatan, begitu juga domain yang sudah tidak terpakai.

Year All Websites Active Websites
January 2021 1,197,982,359 199,533,484
January 2020 1,295,973,827 189,000,000
January 2019 1,518,207,412 182,185,876
January 2018 1,805,260,010 171,648,771
January 2017 1,800,047,111 172,353,235
January 2016 906,616,188 170,258,872
January 2015 876,812,666 177,127,427
January 2014 861,379,152 180,067,270
Sources: Web Server Survey

Terlihat lebih dari 80% website tersebut ternyata tidak aktif, dan masuk dalam kategori parking domain atau semacamnya.

Hal ini sebenarnya bisa jadi peringatan juga buat kita, jika kita punya website yang sudah punya traffic organic, namun apabila website tersebut down dalam waktu yang agak lama (misal 3 hari), maka potensi kena imbas juga akan semakin besar.

Kurang lebih 3 hal tersebut diatas yang menurut saya punya pengaruh relevance terhadap penurunan index page di Google. Namun tidak menutup kemungkinan untuk faktor-faktor lain.

Apapun itu, pelajaran yang bisa kita ambil adalah fokus pada quality over quantity. Lebih baik menginvestasikan waktu dan tenaga untuk membuat content yang memberikan “value” pada user dan secara aktif meningkatkan kredibilitas dari website kita.

Share:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp